Arthritis atau yang lebih dikenal dengan radang sendi dalam bahasa Indonesia merupakan penyakit yang menyerang persendian. Terdapat lebih dari 100 tanda-tanda dan kondisi penyakit tersebut. Jika tidak dirawat, arthritis dapat menjadi lebih parah sehingga mengakibatkan rusaknya persendian yang sulit untuk disembuhkan dan dikembalikan ke kondisi semula. Deteksi dini dan perawatan akan sangat penting terhadap penyakit ini.
Dua tipe umum penyakit Arthritis adalah Osteoarthritis (OA) dan Rheumatoid Arthritis (RA). Meski keduanya memiliki gejala yang hampir serupa, tetapi keduanya ternyata disebabkan oleh penyebab yang berbeda. Ketika persendian terlalu sering digunakan dan “salah” dalam menggunakannya, ini akan menimbulkan OA. Yang terjadi adalah rusaknya bantalan tulang rawan yang melindungi persendian, sehingga tulang akan bergesekan satu sama lainnya. OA biasanya terjadi pada lutut, pinggul, tulang belakang, dan tangan. Sedangkan pada RA, Arthritis disebabkan oleh sistem imunitas menyerang jaringan sendi. Penyebabnya sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti oleh para dokter. Kondisi ini mulai muncul pada tangan, pergelangan tangan, dan kaki, lalu menjalar ke bahu, siku, dan pinggul.
Gejala OA dan RA pun serupa, seperti rasa nyeri, kaku, lemah, dan demam ringan. OA dan RA akan menyerang tubuh secara simetris, artinya jika tangan kanan anda misalnya terkena arthritis, maka tangan kiri anda pun akan terserang. Perbedaan antara OA dan RA adalah pada pembengkakannya. Bengkak pada RA lebih lunak dari pada OA. Selain itu, jika salah seorang keluarga memiliki RA, maka Anda pun beresiko terkena RA. Tapi jika Anda pernah memiliki riwayat mengalami kerusakan sendi, seperti cedera, maka anda beresiko terkena OA.
Tidak ada usia spesifik bagi penderita Arthritis. Arthritis dapat menyerang kelompok usia manapun, terutama kelompok usia 45 tahun ke atas. Baik pria maupun wanita dapat terserang Arthritis, meski demikian, menurut sebuah laporan, 74% kasus OA dan RA menyerang wanita. Orang-orang yang mengalami kegemukan dan kelebihan berat badan cenderung dapat terkena OA, khusunya pada bagian lutut ketika usia menginjak 45 tahun. Walau demikian, resiko terkena OA dapat dicegah sampai setengahnya dengan menurunkan berat badan. Aktivitas rutin sehari-hari yang dikombinasikan dengan olahraga dapat menurunkan resiko terkena OA.
Meski belum ada obat untuk mengatasi Arthtritis, saat ini terdapat berbagai jenis obat pengurang rasa sakit untuk mengatasi rasa sakit yang muncul karena Arthritis. Akan tetapi, bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Lakukanlah olahraga ringan dengan rutin, konsumsi makanan sehat, gaya hidup sehat, dan istirahat agar resiko terkena Arthritis dapat dikurangi. Saat ini, hanya sedikit penderita Arthritis yang menjadi lumpuh karena penyakit tersebut. Banyak penderita penyakit ini yang tidak memerlukan tongkat, kursi roda, atau alat-alat lainnya untuk membantu mereka melakukan aktivitas rutinnya. Jika Anda merasa terkena Arhtritis, sebaiknya berkonsultasilah segera dengan dokter. SOURCE


Posting Komentar