Infertilitas adalah sebuah keadaan yang dialami oleh pasangan suami istri yang sudah menikah selama lebih dari 18 bulan dan rutin melakukan hubungan intim namun tidak dikaruniai keturunan. Umumnya sekitar 85 persen pasangan suami istri akan memiliki anak setelah 18 bulan menikah, jadi ada 15 persen pasangan yang kemungkinan mengalami intertilitas atau istilah lainnya mandul
Infertilitas adalah masalah pria dan wanita, bukan hanya wanita saja. Sebanyak 40 persen wanita mengalami infertilitas, begitu juga prosentase pria yang mengalami infertilitas adalah 40%, sedangkan 20% sisanya disebabkan oleh kedua belah pihak. Jadi, mitos yang mengatakan bahwa hanya wanita saja yang bertanggung jawab dengan sulitnya memperoleh keturunan adalah tidak benar.
Infertilitas memang tidak secara langsung berakibat pada fisik, namun memiliki dampak irasional yang dapat menyebabkan keretakan rumah tangga, stress, dan harapan keluarga besar. Hingga kini dokter masih berupaya untuk menanggulangi masalah infertilitas yang diderita oleh pasangan khususnya pria.
Pemeriksaan terhadap pria yang menderita infertilitas dilakukan dengan memeriksa sperma. Pemeriksaan ini akan menghasilkan bukti apakah sperma tersebut sehat dan dapat membuahi sel telur ataukah tidak. Jika infertilitas yang diderita pria ternyata pada stadium lanjut maka memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Penyebab Infertilitas
Sebanyak 20 hingga 25 persen penyebab infertilitas tidak diketahui hingga kini, namun kebanyakan adalah karena penyebab kelainan pada kromosom. Penyebab lainnya bisa diakibatkan karena adanya kelainan genetika. Kelainan ini menyebabkan adanya sedikit benjolan, dan diperlukan tenaga ekstra untuk mengeluarkan sperma. Dalam dunia medis kelainan ini disebut sebagai varikokel.
Varikokel tidak menyebabkan seseorang sakit, namun hanya mengeluh pegal-pegal pada bagian tersebut. Sebanyak 40 persen penderita infertilitas menderita varikokel.
Selain itu, penyebab lainnya adalah adanya sumbatan pada saluran sperma. Sehingga walaupun seorang pria dapat menghasilkan spermatozoa dengan baik, namun tetap saja tidak dapat menyalurkannya dengan baik karena adanya sumbatan tersebut. Sebanyak 15 persen penderita infertilitas pria mengalami hal ini.
Sisanya, karena banyak hal seperti faktor panas, hormon, gangguan ereksi dan ejakulasi, racun, radiasi dan lain-lain.
Penyebab terbanyak dari infertilitas pada pria adalah adanya pelebaran pembuluh vena (pembuluh darah balik) yang terletak pada buah zakar, biasanya pada buah zakar bagian kiri.
Pencegahan
Gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam mencegah adanya infertilitas pada pria. Kebiasaan buruk seperti merokok, dan minum alkohol dapat menyebabkan berkurangnya kualitas sperma sehingga dapat menyebabkan infertilitas. Jika infertilitas dialami oleh pria maka sebaiknya dilakukan pemerikasaan secara menyeluruh.


Posting Komentar